Astagfirullah inilah Empat akibat buruk harta haram!

Posted on 2016-02-24 18:41



Setiap insan tentu mendambakan kehidupan yang berbahagia, damai dan jauh dari berbagai kesusahan. Untuk tujuan ini, orang rela mengorbankan harta, waktu dan tenaga yang mereka miliki demi meraih apa yang mereka ungkapkan sebagai ‘kebahagian dan ketenangan hidup yang sejati’.

Ironisnya, dalam upaya mencari kebahagiaan dan ketenangan hidup ini, di antara mereka ada yang menempuh jalan yang keliru dan justru menjerumuskan mereka kedalam jurang kesengsaraan dan malapetaka, dengan mengikuti godaan dan tipu daya setan yang selalu menghiasi keburukan amal perbuatan manusia.
 
Harta haram sudah seharusnya dijauhi. Artinya, kita tidak boleh mencari pekerjaan dari usaha yang haram. Harta haram adalah segala harta yang dilarang oleh syari’at untuk dimiliki atau digunakan, baik keharamannya itu karena mengandung mudharat atau keji (buruk) seperti bangkai dan minuman keras, atau diharamkan karena hal lain, seperti tidak benarnya cara mendapatkan harta tersebut. Misalnya karena diambil dari hak milik orang lain tanpa izin, seperti harta rampasan. Atau diambil dengan cara yang tidak dibenarkan oleh syari’at Islam, seperti riba dan uang suap. Orang yang memperoleh harta haram karena cara memperolehnya diharamkan tidaklah berhak memiliki harta tersebut meskipun sudah lama diperolehnya.
 
Inilah 4 akibat yang disebabkan oleh Harta yang Haram:
 
(1) Sedekahnya tertolak. “Siapa mengumpulkan harta haram lalu mensedekahkannya, tidak ada pahala, dan dosa untuknya” – (HR Ibnu Huzaimah)
 
(2) Shalatnya tidak diterima. “Siapa membeli pakaian dengan harga 10 dirham dan 1 dirham di antaranya dari uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakannya” – (HR Ahmad)
 
(3) Hajinya sia-sia. “Jika seseorang keluar untuk melakukan haji dengan nafkah haram, lalu dia mengendarai tunggangan dan mengatakan, ‘Labbaik, Allaahumma labbaik!’ Maka, yang berada di langit menyeru, “Tidak labbaik dan engkau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraan haram dan hajimu mendatangkan dosa lagi tidak diterima” – (HR Thabrani)
 
(4) Silaturahimnya tidak berpahala. “Siapa mendapatkan harta dari dosa, lalu dengannya dia bersilaturahim atau bersedekah atau berinfak di jalan Allah, maka Allah akan menghimpun seluruhnya, lalu Dia melemparkannya ke dalam neraka”. Nabi saw. pun bersabda, “Sebaik-baik agamamu adalah al-wara’ (berhati-hati)” – (HR Abu Dawud)
 
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
 
Allahummak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa aghniniy bi fadhlika ‘amman siwaak. [Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dan jauhkanlah aku dari yang Engkau haramkan. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dan jauhkan dari bergantung pada selain-Mu].
(HR. Tirmidzi no. 3563 dan Ahmad 1: 153. Kata Tirmidzi
 
Mohon bantu sebarkan, semoga bermanfaat.


(xoxo)